Tan
Malaka atau dengan nama gelar negeri Andalas Datuk Tan Malaka seorang aktivis
kemerdekaan Indonesia; sudah sangat jarang nama itu tertulis dibuku sejarah
untuk sekolah yang ada di Indonesia. Belum bisa teridentifikasi, mengapa
sejarah tentang Tan Malaka tidak pernah lagi disebutkan dibuku-buku sejarah
Indonesia, mungkin nama itu tidak se-keren merek gadget yang dipakai anak-
sekolah sekarang ini. Tokoh kemerdekaan in lahir di Nagari Pandam Gadang,
Suliki, Sumatera Barat, 2 Juni 1897 – meninggal di Desa Selopanggung, Kediri,
Jawa Timur, 21 Februari 1949 pada umur 51 tahun.
Lantas
apasih yang menjadi tonggak bahwa Tan Malaka adalah salah seorang tokoh
kemerdekaan negeri ini. Gagasannya tentang Republik Indonesia lebih awal mendahului
dan menginspirasi Soekarno, Hatta dan bapak bangsa lainya. Bukti yang tidak
bisa diganggu-gugat adalah Buku dengan judul Naar
de Republik Indonesia (Menuju Republik Indonesia) pada tahun 1925
menjadi bukti otentik pemikirannya tentang Republik Indonesia. Tetapi buku itu
sangat jarang ditemukan bahkan tidak ada penerbit yang mau menerbitkan buku
tersebut. Jangankan buku yang berjudul Naar
de Republik Indonesia, buku
lain mengenai Tan Malaka pun tidak pernah terbit di negeri ini. hanya
penerbit-penerbit yang berani melawan mainstream yang menyebutkan namanya,
itupun tidak akan banyak.
Lebih
tajam lagi saat itu Tan Malaka menulis buku tersebut umur beliau baru 20 tahun,
masih seumur anak sekolah sekarang yang
suka boyband.Tidak
hanya itu saja buku berikutnya yang berjudul Masa Actie Massa Aksi terbit pada tahun 1926, dijadikan sebagai analisis yang
tajam terhadap revolusi dan perjuangan
politik yang memerdekakan bangsa dan tanah air hanya mungkin berhasil kalau
mendapat dukungan yang besar dan kuat dari massa rakyat. Buku ini yang di
jadikan acuan Pledoi soekarno ketika di adili di bandung dengan judul Indonesia
Menggugat.
Nama
Tan Malaka di Indonesia memang tidak terkenal bahkan akan terus tenggelam
dengandegradasi nilai budaya yang terus meluncur tajam di negeri ini. Lebih
parah lagi bahwa Tan Malaka dianggap oleh orang banyak sebagai salah satu tokoh
revolusi kiri oleh banyak orang yang tidak mengetahui arti kata kiri tersebut dalam
sistem politik pada sebuah negara. Paling tidak artikel ini mengingatkan kita
semua bahwa ada bahkan banyak tokoh negeri ini yang namanya masih berkibar di
benua Eropa.
0 Komentar untuk "Tan Malaka dengan "Naar de Republik Indonesia" Pemikiran Tentang Indonesia Yang Akan Selau Tertutup"