Deretan Perempuan Hebat Kelas Dunia di Hari Perempuan Internasional

Sebagian orang  masih ada yang cukup asing dengan Hari Perempuan Internasional, karena sebagian masih berfikir bahwa hari perempuan adalah hari ibu sebagaimana dirayakan tanggal 22 Desember di Indonesia. Hari Perempuan Internasional bukan merupakan hari ibu ini adalah sebuah hari besar yang dirayakan dirayakan pada tanggal 8 Maret setiap tahun di seluruh dunia untuk memperingati keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial.

Ide tentang perayaan ini pertama kali dimunculkan saat memasuki abad ke-20 di tengah-tengah gelombang industri dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan timbulnya protes-protes mengenai kondisi kerja. Berhubungan dengan hal tersebut kaum perempuan dari pabrik mengadakan protes pada 8 Maret 1857 di New York City. Para buruh memprotes apa yang mereka rasakan sebagai kondisi kerja yang sangat buruk dan tingkat gaji yang rendah. Para pengunjuk rasa diserang dan dibubarkan oleh polisi. Kaum perempuan ini membentuk serikat buruh mereka pada bulan yang sama dua tahun kemudian.

Di negara-negara barat, Hari Perempuan Internasional awalnya dirayakan sekitar tahun 1910-an dan 1920-an, tetapi kemudian menghilang. Perayaan ini dihidupkan kembali dengan bangkitnya feminisme pada tahun 1960-an. Pada tahun 1975, PBB mulai mensponsori Hari Perempuan Internasional.
Hari Perempuan Internasional cenderung berdekatan dengan kinerja perempuan di dunia kerja dan yang menjadi refleksi adalah kompetensi pada profesi mereka dari sekedar merubah keadaan, merubah sistem, merubah negara, bahkan merubah sejarah. Berikut perempuan yang punya pengaruh besar dalam perubahan.

Benazir Bhutto
Benazir Bhutto adalah perempuan pertama pemimpin negara Islam di masa pasca-kolonial. Bhutto seorang  pemimpin karismatik terpilih sebagai Perdana Menteri Pakistan pada 1988, walaupun 20 bulan kemudian ia digulingkan oleh presiden negara itu sendiri yang didukung junta militer, Ghulam Ishaq Khan. 

Dalam kudeta tanpa darah tersebut Benazir Bhutto secara kontroversial dikudeta menggunakan Amandemen ke-8 untuk membubarkan parlemen dan memaksa diselenggarakannya pemilihan umum. Tahun 1993 terpilih kembali namun tiga tahun kemudian diberhentikan di tengah-tengah berbagai skandal korupsi oleh presiden yang berkuasa waktu itu, Farooq Leghari, yang juga menggunakan kekuasaan pertimbangan khusus yang diberikan oleh Amandemen ke-8 negara Pakistan.

Sekilas Benazir Bhutto
Benazir Bhutto anak pertama Perdana Menteri Pakistan Zulfikar Ali Bhutto yang digulingkan dengan digantung oleh pemerintah militer Pakistan di bawah keadaan yang luar biasa.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Oxford Univeristy; kembali ke Pakistan, tetapi karena ayahnya dipenjara yang kemudian dihukum mati, Benazir dikenakan tahanan rumah. Setelah mendapat izi ke Inggris 1984, ia menjadi pemimpin Partai Rakyat Pakistan (PPP), partai ayahnya, di pengasingan, namun ia tidak dapat membuat kekuatan politiknya dirasakan di Pakistan hingga matinya Jenderal Muhammad Zia-ul-Haq.

Pada 16 November 1988, dalam sebuah pemilihan umum terbuka pertama dalam waktu lebih dari sepuluh tahun, partai Benazir, PPP, memenangi jumlah kursi terbanyak di Dewan Nasional. Bhutto diambil sumpahnya sebagai Perdana Menteri sebuah pemerintahan koalisi pada 2 Desember, dan pada usia 35 tahun menjadi orang termuda dan juga perempuan pertama yang memimpin sebuah negara dengan mayoritas rakyatnya beragama Islam di zaman modern.

Setelah dipecat oleh presiden Pakistan saat itu dengan tuduhan korupsi, partainya kalah dalam pemilihan umum yang diselenggarakan pada bulan Oktober. Ia menjadi pemimpin oposisi sementara Nawaz Sharif menjadi perdana menteri selama tiga tahun berikutnya. Ketika pemilihan umum Oktober 1993 kembali diadakan, yang dimenangkan oleh koalisi PPP, yang mengembalikan Bhutto ke dalam jabatannya hingga 1996, ketika pemerintahannya sekali lagi dibubarkan atas tuduhan korupsi.

Aung San Suu Kyi
Suu Kyi seorang aktivis prodemokrasi kuat di Myanmar dan pemimpin Persatuan Nasional untuk Demokrasi atau NLD (National League for Democracy); Suu Kyi saat ini menjadi tahanan rumah. Pada 1991, ia menerima Penghargaan Nobel Perdamaian karena berjuang mempromosikan demokrasi di negaranya tanpa kekerasan dalam menentang kekuasaan junta militer Myanmar. Ia dibebaskan secara resmi oleh junta militer Myanmar pada tanggal 13 November 2010 setelah mendekam sebagai tahanan rumah selama 15 tahun dari 21 tahun masa penahanannya sejak pemilihan umum tahun 1990.

Sekilas Aung San Suu Kyi
Sejarah kehidupan Aung San Suu Kyi sebagai pemimpin gerakan demokrasi Mmyanmar. Aung San Suu Kyi lahir pada 19 Juni 1945 di kota Yangoon. Aung San Suu Kyi adalah seorang putri dari pahlawan perjuangan Kemerdekaan Mmyanmar, yaitu Aung San yang tewas beberapa bulan sebelum Myanmar merdeka dari Inggris pada tahun 1948. Aung San Suu Kyi mengenyam pendidikan di Yangoon sampai tahun 1960. Ketika ibunya Daw Khin Kyi ditunjuk sebagai Dubes untuk India dan kemudian Aung San Suu Kyi melanjutkan pendidikannya di Universitas Delhi, di India. Pada tahun 1964 sampai 1967 ia belajar ilmu filsafat, politik, dan ekonomi di St Hugh’s College, Universitas Oxford di Inggris dan meraih gelar sarjana muda

Awal Mula Perjuangan Aung San Suu Kyi
Cerita tentang Suu Kyi dan gerakan prodemokrasi di Myanmar adalah sebuah cerita ekstrim. Yang sebetulnya bisa dimasukkan dalam benang merah itu, dimana Ketika Suu Kyi telah memangkan pemilu ia sebetulnya sudah menginjakkan di pintu transisi dari otoritarianisme. Namun sejarah, dan rupanya Tuhan berkehendak lain. Pasca kemenangan NLD, Burma seolah mengulang cerita serupa di sejumlah negara berkembang lainnya. Itulah cerita fase musim semi kekebasan yang pendek. Tak saja pendek namun fase inipun tak mengantarkan masyarakatnya menuju perubahan demokratis, melainkan membawa mereka ke rekonsolidasi otoritarianisme yang dikelola penguasa lama atau baru. Dan inilah proses sirkulasi.

Begitulah tampaknya kisah Suu Kyi dan masyarakat Burma. Suu Kyi bahkan tidak diberi kesempatan oleh sejarah untuk menjadi aktor transisional. Ia diberi sedikit nafas ketika menggalang kekuatan prodemokrasi dalam tahun-tahun menjelang pemilu, namun langsung di cekik kembali justru setelah keluar sebagai pemenang. Lalu apa pelajaran berharga dari Suu Kyi untuk kita?

Ada beberapa hal yang layak digaris bawahi dari cerita Suu Kyi. Pertama, militer Burma dengan perlengkapan ekonomi dan politik yang paling lengkap tidak pernah membiarkan kompetitornya bebas tumbuh dan membesar, ternyata dengan gampang muncul sebagai pembajak proses transisi. Dan akhirnya status Quo bisa diraih.

Kedua, Kasus transisi yang abortif di Burma juga menjelaskan rapuhnya proses politisasi dan rakyat yang tak memiliki basis politik dan ideologi yang cukup. Menjelang pemilu, Burma dilanda semacam euphoria rakyat dengan mnculnya ratusan partai politik. Pada saat yang sama pula agenda pembenahan infrastruktur ideologi dan politik gerakan rakyat terabaikan, yang pada akhirnya terkesan sebagai sorak pemandu bagi kekuasaan junta militer.

Ketiga, aborsi transisi emokrasi Burma kosong oleh tersedianya karakter masyarakat warisan Jenderal Ne Win yang tak punya daya kritis, lalu junta militer bisa mensubversi atau mengkudeta transisi menuju demokrasi. Masyarakat semacam inilah yang dimanfaatkan oleh Za Hsaing untuk membuat hujatan kepada Suu Kyi seolah-olah atas nama dan untuk kepentingan Burma.

Hanan Ashrawi
Hanan Daoud Khalil Ashrawi adalah seorang sarjana Palestina yang beragama Kristen. Ia terkenal sebagai salah seorang jurubicara Palestina yang paling akurat dalam bernegosiasi. Dalam pekerjaannya sebagai seorang sarjana maupun kegiatan politiknya. Diketahui ayahnya adalah salah seorang pendiri Organisasi Pembebasan Palestina. Ashrawi mendapatkan gelar Sarjana dan Masternya dari Fakultas Bahasa Inggris di Universitas Amerika di Beirut. Ia memperoleh gelar Ph.D. dalam Sastra Abad Pertengahan dan Perbandingan dari Universitas Virginia, Charlottesville, Virginia, Amerika Serikat.

Pada 2003 Ashrawi dianugerahi Penghargaan Perdamaian Sydney, meskipun hal itu membangkitkan kontroversi di antara orang Israel konservatif, yang mengecam pemilihan Ashrawi, dan menuduh bahwa ia adalah juru bicara para teroris.

Margaret Thatcher
Margaret Hilda Thatcher, Baroness Thatcher, lahir di Grantham, Lincolnshire, Inggris, 13 Oktober 1925 dan meninggal di London, Inggris, 8 April 2013 pada umur 87 tahun,  Ia adalah seorang politikus Britania Raya, Perdana Menteri Inggris dengan masa jabatan terlama sepanjang abad ke-20 (1979–1990), dan satu-satunya wanita yang pernah menduduki jabatan tersebut. Seorang jurnalis Soviet menjulukinya "Wanita Baja" (Iron Lady), istilah yang kemudian dikait-kaitkan dengan politik dan gaya kepemimpinannya. Selaku Perdana Menteri, ia menerapkan kebijakan-kebijakan Konservatif yang kelak disebut sebagai Thatcherisme.

Sekilas Margaret Thatcher
Mengawali karier sebagai kimiawan riset sebelum menjadi barrister, Thatcher terpilih menjadi Anggota Parlemen (MP) untuk wilayah Finchley pada tahun 1959. Edward Heath menunjuknya sebagai Menteri Negara untuk Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan pada tahun 1970. Tahun 1975, Thatcher mengalahkan Heath pada pemilihan ketua Partai Konservatif dan menjadi Ketua Oposisi, sekaligus wanita pertama yang memimpin partai politik besar di Britania Raya. Ia menjadi Perdana Menteri setelah memenangkan pemilu 1979.

Semasa aktif di dunia politik Margaret Thatcher dijuluki sebagai 'Iron Lady', hal ini dikarenakan kepemimpinan dan wataknya yang keras. Sebagai perdana menteri, dia menciptakan peraturan konservatif yang kemudian diberi nama Thatcherism.  Thatcher memperkenalkan beberapa inisiatif politik ekonomi untuk membalikkan apa yang dianggap sebagai penurunan ekonomi di Inggris. Filosifofi politik dan kebijakan ekonominya menitikberatkan pada deregulasi, pasar fleksibel buruh, dan mengurangi kekuatan dan campur tangan dari serikat buruh. Kepopuleran Thatcher pada tahun pertamanya menyurut di tengah resesi dan angka pengangguran yang tinggi. Pada tahun 1987 Thatcher dipilih kembali sebagai perdana menteri untuk ketiga kalinya. Dia mengundurkan diri sebagai perdana menteri dan ketua partai pada tahun 1990.

Thatcher meninggal dunia pada 8 April 2013 dalam usia 87 tahun akibat penyakit stroke. Dia mulai jarang terlihat dan menjalani perawatan stroke pada tahun 2002. Ia menjadi pemimpin Inggris yang paling berpengaruh dalam masa modern di panggung internasional. Hingga saat ini, Thatcher adalah satu-satunya perdana menteri perempuan di Inggris. Dia menjadi orang yang paling lama menjadi perdana menteri yakni selama lebih dari 11 tahun sejak 4 Mei 1979 hingga 28 November 1990.

Evita Perón
María Eva Duarte de Perón (lebih dikenal dengan nama Evita (lahir di Los Toldos, kota kecil di Provinsi Buenos Aires, Argentina, 7 Mei 1919 – meninggal di Buenos Aires, Argentina, 26 Juli 1952 pada umur 33 tahun) adalah istri kedua Presiden Argentina Juan Domingo Perón (1895–1974) dan Ibu Negara Argentina sejak 1946 hingga wafatnya pada 1952. Meskipun ia tidak pernah secara resmi terpilih menjadi tokoh politik, sebagai Ibu Negara ia akhirnya memiliki lebih banyak kekuasaan dan pengaruh dalam pemerintahan daripada siapapun, kecuali suaminya. Di antara kaum miskin dan kelas pekerja Argentina, ia mempunyai kharisma yang tidak banyak tandingannya di luar monarkhi.

Sekilas Evita Peron
Evita membentuk Yayasan Eva Perón, yayasan amal yang membangun ribuan rumah dan sekolah untuk kaum perempuan dan kaum miskin dan untuk pertama kalinya dalam sejarah Argentina menjamin tidak ada ketimpangan dalam pemeliharaan kesehatan untuk warganya.  Evita juga memimpin pembentukan Partai Peronis Perempuan, yang merupakan partai politik perempuan pertama di negaranya.

Pada 1951, ia mengadakan kampanye agar dimungkinkan mencalonkan diri menjadi Wakil Persiden Argentina. Hal ini ditentang oleh militer Argentina, kaum elit, dan akhirnya suaminya sendiri. Andaikan Evita terpilih, ia akan menjadi wakil presiden perempuan pertama di dunia. (Gelar ini akhirnya jatuh ke tangan istri ketiga Perón, Isabel Perón, yang ironisnya berusaha meniru Evita.) Pada 1952 Evita mendapat gelar resmi "Pemimpin Rohani Bangsa".

Evita juga tokoh yang sangat kontroversial pada masa hidupnya, bahkan sampai hari ini. Meskipun hanya enam tahun lebih ia berkiprah dalam politik Argentina, di masa itu ia menjadi pusat gosip dan kabar burung. Dalam bukunya "Evita: The Real Life of Eva Perón", Marysa Navarro dan Nicholas Fraser mengklaim bahwa mitos dan distorsi tentang Eva Perón adalah yang paling rumit dari tokoh politik modern manapun. 

Semasa hidupnya, Evita adalah perempuan paling berkuasa di negerinya. Kebanyakan sejarahwan setuju bahwa ia tetap yang paling berpengaruh dalam sejarah bangsanya dan di seluruh Amerika Selatan. Pada saat kematiannya, ia adalah perempuan paling berpengaruh di seluruh dunia.

Megawati Soekarnoputri
Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri adalah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat sejak 23 Juli 2001 — 20 Oktober 2004. Ia merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan anak dari presiden Indonesia pertama, Soekarno, yang kemudian mengikuti jejak ayahnya menjadi Presiden Indonesia. Pada 20 September 2004, ia kalah suara dari Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu Presiden 2004 putaran yang kedua.

Sekilas Megawati Soekarnoputri
Sejak menjadi mahasiswa, Mega sudah berkecimpung di dunia politik melalui GMNI. Tahun 1986, Mega menjadi wakil ketua PDI Cabang Jakarta Pusat. Pada 1993, dia terpilih menjadi Ketua Umum PDI.
Kongres PDI di Medan pada tahun 1996 memutuskan mengganti Mega dengan Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI. Mega sendiri tidak mengakui hasil kongres tersebut. Bahkan, sampai terjadi Peristiwa 27 Juli yang menewaskan beberapa pendukung Mega saat pendukung Soerjadi berusaha merebut kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro dari tangan pendukung Mega. Tak hanya itu, beberapa aktivis juga ditahan dan dipenjarakan karena kerusuhan tersebut.

Penyerangan tersebut dibawa ke meja hijau oleh Mega meskipun kemudian usaha itu kandas di pengadilan. Akhirnya PDI terbelah menjadi dua, PDI Soerjadi dan PDI Mega. Pada tahun 1999, PDI Mega yang berubah nama menjadi PDI Perjuangan berhasil memenangkan pemilu. Sidang Umum 1999 akhirnya memutuskan Gus Dur sebagai presiden dan Mega sebagai wakilnya.
Dua tahun kemudian, 23 Juli 2001, mandat MPR RI yang memutuskan Gus Dur sebagai presiden dicabut. Akhirnya Mega yang menggantikannya. Masa pemerintahan Mega harus berakhir pada tahun 2004 ketika pemilu kembali dilangsungkan. Saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Menteri Koordinator pada masa pemerintahan Mega, yang akhirnya terpilih menjadi presiden. Dikabarkan bahwa PDIP akan mengajukan Mega sebagai calon presiden 2014, namun disisi lain Jokowi termasuk salah satu kandidat calon presiden dari PDIP yang dapat dikatakan kuat.

Sri Mulyani
Sri Mulyani Indrawati lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962 adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Ketika ia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia maka ia pun meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan. Sebelum menjadi menteri keuangan, dia menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. 

Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Komentar dan analisisnya kritis, lugas, jernih dan populer. Ia primadona panggung seminar dan talk show di televisi kala itu. Selain sering muncul di seminar-seminar, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI) ini juga sempat aktif menjadi penasihat pemerintah bersama sejumlah ekonom terkemuka lain dalam wadah Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Ia pernah menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998.

Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Kepribadiannya yang lugas dan cerdas, telah mengantarkannya kepada pergaulan yang sangat luas. Ia disenangi banyak orang di dalam dan luar negeri. Tak heran bila pada awal Oktober 2002 lalu ia terpilih menjadi Executive Director Dana Moneter Internasional (IMF) mewakili 12 negara di Asia Tenggara (South East Asia/SEA Group), menggantikan Dono Iskandar Djojosubroto. Dia menjadi perempuan pertama dari Indonesia menduduki posisi itu.


Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Deretan Perempuan Hebat Kelas Dunia di Hari Perempuan Internasional"