Tatang Koswara in Memory; Sniper Lokal Dengan Kemampuan Internasional

Kebanyakan dari kita melihat hebatnya seorang sniper dari film amerika atau film Cina tentang pertempuaranbesar atau film yang bercerita perang gerilya kota. Sniper hebat sebenarnya tinggal di depan KODIKLAT TNI AD Jalan Aceh Bandung.  Tatang Koswara, tentara Indonesia yang mendapatkan ranking  tiga saat mengikuti pendidikan sniper dari Kapten Conway anggota Green Barets Amerika Serikat pada 1973. Sebuah prestasi level dunia; menjadi orang hebat diantara Green Barets di negeri paman Sam.

Nama Tatang Koswara kali pertama disebut dalam buku 'Sniper Training, Techniques and Weapons' karya Peter Brokersmith terbitan tahun 2000. Dalam buku itu, Tatang Koswara disebut sebagai sniper handal dan ditempatkan diurutan ke-14 sniper hebat di dunia. Dunia militer internasional mengakui kehebatan reputasi Tatang Koswara sebagai seorang Sniper.

Selama bertugas di medan tempur sebagai sniper, buku itu mencatat, Tatang Koswara telah melumpuhkan sebanyak 41 serdadu lawan selama masa bertempur di Timor Timur pada 1977-1978. Di bawah komando Letnan Kolonel Edi Sudrajat, Tatang beroperasi di beberapa daerah seperti Remexio, Lautem, Viqueque, Aileu, Becilau, dan Bobonaro.

Menurutnaya Sniper adalah sebuah profesi di kemiliteran yang teramat prestisius dan heroik. Mengapa? Karena seorang sniper selalu bertempur dalam kesenyapan, sendirian dan penuh ketegangan di tengah-tengah wilayah musuh.

Keteguhan, kesabaran, kematangan emosi, dan keakuratan menembak adalah sebagian syarat yang harus dimiliki seorang Sniper. Dan itu digambarkan dengan apik setidaknya dalam dua film layar lebar produksi
Hollywood: American Sniper dan Enemy at The gates. Dua film layar lebar yang mengangkat kehidupan dan penugasan seorang  sniper dari kisah nyata.

Medan pertempuran seorang sniper adalah di wilayah musuh dan seorang diri. Fungsinya antara lain mengacaukan sekaligus melemahkan semangat tempur musuh. Target utama sniper adalah komandan, pembawa senapan mesin, dan pembawa peralatan komunikasi.

Umumnya sniper memiliki kefanatikan dalam memilih jenis senjatanya. Karena biasanya mereka seolah sejiwa dengan senjata laras panjangnya. Tatang biasa menggunakan senjata laras panjang Winchester M-70 selama bertugas. Senjata ini mampu membidik peluru efektif hingga jarak hampir 1 km
.
Tak hanya handal dalam membidik musuh, Prajurit yang satu ini pun memiliki trik unik yang berilian dalammelaksanakan tugasnya. Untuk mengelabui pasukan patroli musuh, Tatang membuat sepatu khusus dengan alas dalam posisi terbalik, sehingga jejak yang ditinggalkan menjadi berbalik arah.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Tatang Koswara in Memory; Sniper Lokal Dengan Kemampuan Internasional"